BRI BO Pontianak Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran dalam Pelaksanaan BCM

 

Pontianak, 12 September 2026 — Pelaksanaan Business Continuity Management (BCM) melalui kegiatan simulasi tanggap darurat kebakaran dilaksanakan di halaman BRI Jalan Barito, Pontianak, pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya risiko kebakaran yang dapat terjadi di lingkungan kerja.

Simulasi tanggap darurat menjadi salah satu bentuk latihan untuk memastikan seluruh unsur yang berada di lingkungan kerja memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat. Dalam kondisi kebakaran, kecepatan dalam mengenali situasi, melakukan evakuasi, mengamankan area, serta menjalankan prosedur keselamatan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan manusia sekaligus keberlangsungan operasional.

Kegiatan dilaksanakan di area halaman BRI Jalan Barito dengan melibatkan pekerja dan unsur pendukung dari sejumlah unit kerja. Pelaksanaan simulasi diarahkan pada penerapan prosedur tanggap darurat secara terstruktur sehingga setiap peserta dapat memahami alur tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan yang berpotensi mengganggu aktivitas operasional.

Dalam kerangka BCM, kesiapan menghadapi gangguan operasional merupakan aspek yang perlu dibangun melalui perencanaan dan latihan secara berkala. Simulasi kebakaran memberikan kesempatan untuk menguji kesiapan sumber daya manusia, koordinasi antarbagian, serta penerapan prosedur yang telah ditetapkan.

Tahapan kegiatan mencakup pengenalan kondisi darurat, respons awal terhadap potensi kebakaran, proses evakuasi, pengamanan area, hingga pengumpulan peserta di lokasi yang telah ditentukan. Seluruh rangkaian dilakukan dalam suasana simulasi agar peserta dapat memperoleh pengalaman praktis tanpa menunggu terjadinya keadaan darurat yang sebenarnya.

Pelaksanaan latihan juga membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bahaya di lingkungan kerja. Kebakaran dapat berkembang dengan cepat sehingga keterlambatan dalam mengambil tindakan dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pekerja maupun aset perusahaan.

Melalui simulasi tersebut, kesiapan menghadapi keadaan darurat tidak hanya ditempatkan sebagai prosedur tertulis, tetapi juga diterapkan dalam bentuk latihan langsung. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan budaya keselamatan, kesiapsiagaan, dan keberlangsungan operasional di lingkungan BRI BO Pontianak.

Post a Comment

0 Comments